First-hand experience: Ableton/DAW Controller - Faderfox

Wadah untuk curhat atau diskusi audio yang tidak terwakili dengan forum yang sudah ada termasuk juga untuk diskusi non-audio dan latihan nulis posting.
NO PORN, POLITICS & SARA, please !
Peraturan Forum
Anda sudah login tetapi hanya bisa membaca postingan member lain ? Berarti Anda harus memperkenalkan diri terlebih dahulu secara lengkap pada subforum PERKENALAN MEMBER !
Untuk member yang sudah memposting perkenalan tapi masih belum bisa membalas postingan member lain berarti perkenalan Anda belum di approved admin. Silakan bersabar untuk menunggu 1 x 24 jam.
Apabila postingan Anda belum di approved setelah 1x24 jam, silakan kontak admin di admin@artsonica.com !
Avatar pengguna
Post: 68
Bergabung: 03 Jan 2014, 13:52
Lokasi: Jakarta

First-hand experience: Ableton/DAW Controller - Faderfox

Postoleh clubberkamar » 14 Jan 2014, 21:57

beberapa DAW yang saya tahu bisa meng-assign controls ke MIDI CC numbers, dari keyboard/controller kita bisa mengendalikan parameter-parameter tertentu pada DAW secara live. seperti cutoff filter, effect sends/trigger, tap tempo, patch change, parameter tweaking, transport (play/stop/record) dan tentunya instrument playing. controller tersebut bisa berbentuk keyboard, kumpulan knobs/faders, kumpulan trigger buttons, maupun apps pada iPad; seperti novation launchkey, korg padkontrol, AKAI apc 20/40, hingga app Touchable. karena DAW primary saya adalah Ableton jadi mohon maaf kalau yang tersebut kebanyakan yang fully supported by Ableton.

Ableton memiliki fitur "remote scripts" yaitu file kecil dalam bahasa programming Phyton yang menjembatani pesan-pesan MIDI yang dikirimkan dari controller ke Ableton sehingga controller secara otomatis dapat mengendalikan parameter global (track volume, send/return, pan, tempo, etc.) maupun parameter aktif yang sedang dipilih/ ditampilkan terdepan pada monitor (parameter instrument/effects, dsb.). programming layer ini memampukan controller bekerja plug-and-play tanpa harus meng-assign terlebih dahulu. Scripts untuk controllers yang umum di pasaran sudah tersedia secara built-in/native dalam installation Ableton. Untuk beberapa controller butik, seperti Faderfox, produsen menyediakan remote script-nya sendiri. Kita pun bisa menulis remote script sendiri jika mengerti (atau punya teman yang mengerti) bahasa program Phyton.

Saya masih belum pede menyebut ini "review", jadi inilah first-hand experience alias pengalaman saya sendiri dalam menggunakan Faderfox LV3 Ableton Controller dan Faderfox VJ3 MIDI Controller buatan Faderfox (http://www.faderfox.de), karena kebetulan kemarin ada yang menanyakan. semoga tulisan ini cukup informatif dan bisa berguna bagi bra-bro kakak-om sekalian bukan hanya khusus mengenai Faderfox tetapi juga controller DAW pada umumnya. kalau ada yang punya pengalaman memakai controller lain mohon di-share juga ya om.

Faderfox LV3 Ableton Controller
Faderfox LV3
LV3 - ableton controller, 180x105x70mm, 350gr, programmable 24buttons/8faders/4push-encoders/2x-y joystick (+/- 280commands available)
faderfox_lv3.jpg
faderfox_lv3.jpg (85.06 KiB) Dilihat 1911 kali

ringan, ringkas dan bus-powered, saya sangat mengagumi desain dan perencanaan controller ini karena fungsi dan layoutnya very well thought-out. kontrol-kontrol yang umum diperlukan saat live sequencing bisa mudah dan cepat diakses. mengontrol track volume/solo/arm/mute/sends, transport, FX/chain parameters, FX engage/disengage, tap tempo, master/cue volume, maupun memindahkan focus dari individual track ke master track atau send/return bisa dilakukans sepenuhnya dari LV3 tanpa perlu menyentuh mouse. cukup menakjubkan hal ini bisa dilakukan oleh controller yang tak lebih panjang dari sebatang penggaris plastik butterfly.

Faderfox VJ3 DAW/Lighting Controller
Faderfox VJ3
nocturn+midifighter = VJ3 hahaaha // mengganti chip firmware VJ3
IMG_5833.jpeg
(256 KiB) Didownload 35 kali

saat saya berencana untuk menggunakan Novation Nocturn dan MidiFighter bersama LV3 sebagai live controller, sang pemilik Faderfox, Mathias, menawarkan sebuah prototype, VJ3, yang ternyata layout-nya cocok sekali dengan workflow saya. VJ3 dirancang sebagai lighting controller, untuk mengendalikan lighting mixer pada situasi live melalui MIDI CCs. dengan bantuan Ableton Indonesia community dan juga beberapa teman dari komunitas programming, juga dengan bantuan Mathias yang menuliskan firmware custom agar buttons mengirimkan midi note dan bukan hanya midi CC, akhirnya VJ3 saya kini dilengkapi programming yang sesuai dengan workflow yang saya perlukan.

4 rotary knobs -- cocok untuk sends/returns atau cutoff filter dan sejenisnya, karena gerakannya halus, cepat, dan 'bisa mentok' (dari arah jam 7 sampai jam 5)
3 push encoders -- endless encoders, dented (seperti ada gigi-nya) untuk parameters yang perlu increment detail, seperti EQ atau delay time, atau patch change, dsb.
7 toggle-type CCs -- mengirimkan CC message bergantian on/off untuk mengontrol FX engage/disengage (aktifkan/non-aktifkan)
7 momentary-type CCs -- mengirimkan CC message on saat ditekan, dan off saat dilepas, juga untuk mengontrol FX engage/disengage
4x4 midi note buttons -- mengirimkan midi message note on saat ditekan, dan note off saat dilepas. untuk finger-drumming/clip launching, dsb.
4 channel change buttons -- 4 tombol 'preset' yang merubah channel midi note yang dikirimkan 4x4 buttons di atas
1 crossfader

ukuran Faderfox untuk saya sangat ideal, karena ringkas sehingga mudah dibawa. mungkin ada yang lebih suka controller berukuran besar, seperti Akai APC40, lebih enak untuk finger-drumming dan leluasa memutar-mutar knobs saat live performance. untuk saya controller DAW sangat penting untuk live situation karena bisa segera mengontrol apa yang perlu, tanpa harus panik mencari kursor mouse ada dimana sekarang hahaha. sekian dan semoga bermanfaat. salam metal!

LV3 + VJ3 in use
playing soft synth live? running sequencer+video projection? tight control namun tetap ringkas bisa ditenteng masuk cabin
IMG_5750.jpeg
(148.49 KiB) Didownload 35 kali
Diubah terakhir kali oleh clubberkamar on 20 Jan 2014, 22:25, total pengubahan 1 kali.

First-hand experience: Ableton/DAW Controller - Faderfox

Sponsor

Sponsor
 

Site Admin
Avatar pengguna
Post: 1583
Bergabung: 23 Des 2013, 06:53
Lokasi: Jakarta & Bandung

Re: First-hand experience: Ableton/DAW Controller - Faderfox

Postoleh agushardiman » 14 Jan 2014, 22:10

Wow mantab sekali 1st hand experiencenya ^:)^ ^:)^
Mau nyimak dulu...ntar tanya2 kalo ada yg gak paham ttg faderfox :D

Salam.
AGUS HARDIMAN
http://www.AgusHardiman.com - Jasa produksi musik & seminar audio
http://www.ArtSonica.com - HOME of ArtSonica
http://www.School.ArtSonica.com - Sekolah music production
http://www.Blog.ArtSonica.com - Artikel & tips audio GRATIS !
http://www.youtube.com/ArtSonica - Channel youtube
http://www.Books.ArtSonica.com - Buku audio & music production COMING SOON !
http://www.JobMusik.net - Situs Portal Jasa Musik Indonesia

Avatar pengguna
Post: 68
Bergabung: 03 Jan 2014, 13:52
Lokasi: Jakarta

Re: First-hand experience: Ableton/DAW Controller - Faderfox

Postoleh clubberkamar » 14 Jan 2014, 22:20

makasi oom, moga-moga bermanfaat. sori jadi panjang, belum ngerti caranya bikin spoiler hahahaha
+ : "isn't that pretty loud?"
- : "what?"

Kembali ke DISKUSI BEBAS

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu